"INGAT....!!!!!"

"IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA......"
"ILMU PENGETAHUAN TANPA AGAMA ADALAH PINCANG..."

Sabtu, 08 Oktober 2011

AYAT-AYAT AL QUR’AN YANG BERKAITAN DENGAN BIDANG STUDI BUDIDAYA KELAUTAN



MATA KULIAH AGAMA ISLAM

AYAT-AYAT AL QUR’AN YANG BERKAITAN
DENGAN BIDANG STUDI BUDIDAYA KELAUTAN



NAMA : DEWI SUSYLOWATI
NIM : 0803061001
JURUSAN : D3 BUDIDAYA KELAUTAN



FAKULTAS MIPA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA
2008

Lautan yang Tidak Bercampur Satu Sama Lain (Q.S. Ar Rahman : 19-20)
Salah satu di antara sifat lautan yang baru-baru ini ditemukan adalah berkaitan dengan ayat Al Qur’an sebagai berikut: B
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing

Di antara ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa la yabghiyan Maksudnya masing-masingnya tidak menghendaki. dengan demikian maksud ayat 19-20 ialah bahwa ada dua laut yang keduanya tercerai karena dibatasi oleh tanah genting, tetapi tanah genting itu tidaklah dikehendaki (tidak diperlukan) Maka pada akhirnya, tanah genting itu dibuang (digali untuk keperluan lalu lintas), Maka bertemulah dua lautan itu. seperti terusan Suez dan terusan Panama.

Terdapat gelombang besar, arus kuat, dan gelombang pasang di Laut Tengah dan Samudra Atlantik. Air Laut Tengah memasuki Samudra Atlantik melalui Selat Jibraltar. Namun suhu, kadar garam, dan kerapatan air laut di kedua tempat ini tidak berubah karena adanya penghalang yang memisahkan keduanya.

Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan ”tegangan permukaan”, air dari laut-laut yang bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis memisahkan mereka. (Davis, Richard A., Jr.1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s.92-93.)

Kegelapan dan Gelombang di Dasar Lautan (Q.S. An Nuur : 40)
Pengukuran yang dilakukan dengan teknologi masa kini berhasil mengungkapkan bahwa antara tiga hingga tiga puluh persen sinar matahari dipantulkan oleh permukaan laut. Jadi, hampir semua tujuh warna yang menyusun spektrum spektrum sinar matahari diserap satu demi satu ketika menembus permukaan lautan hingga kedalaman 200 meter, kecuali sinar biru. Di bawah kedalaman seribu meter, tidak dijumpai sinar apa pun. Fakta ilmiah ini telah disebutkan dalam ayat ke-40 surat An-Nuur  sekitar 1400 tahun yang lalu.
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila Dia mengeluarkan tangannya, Tiadalah Dia dapat melihatnya, (dan) Barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah Tiadalah Dia mempunyai cahaya sedikitpun.

Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans:
Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dapat dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s.27)

Kini, kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, cirri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.
Manusia tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam dan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan “gelap gulita di lautan yang dalam” digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun yang lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Qur’an, sebab informasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.
Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang diatasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan…” mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Qur’an yang lain.
Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang didasar lautan, yang “terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda.” Gelombang yang dinmakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi disbanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tetapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubbahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant;1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Ciffs, Prentice-Hall., s. 205)

Pernyatan-pernyataan dalam Al qur’an benar-benar bersesuaian dengan pnjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kiedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur’an adalah kalam Allah.

Bencana di Laut (Q.S. Al An’aam : 63)
Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan Kami dari (bencana) ini, tentulah Kami menjadi orang-orang yang bersyukur"".

Berdasarkan ayat di atas, kita ketahui bahwa bencana tidak hanya terjadi di darat, tetapi bencana juga bisa terjadi di laut. Bencana yang terkenal terjadi di laut adalah ”tsunami”. Oleh karena itu, saya hanya akan membahas bencana tsunami yang terjadi di laut karena hal itu (bencana tsunami) ada keterkaitannya dengan bidang studi saya.

Tsunami merupakan gelomabang laut berperiode panjang yang terbentuk akibat adanya energi yang merambat ke lautan akibat gempa bumi, letusan gunung berapi dan runtuhnya lapisan-lapisan kerak bumi yang diakibatkan bencana alam tersebut di samudra atau di dasar laut, peristiwa yang melibatkan pergerakan kerak buni seperti pergeseran lempeng di dasar laut, atau dampak tumbukan meteor. Ketika lantai dasar samudra berpindah tempat samudra berpindah tempat dengan kecepatan tinggi, seluruh beban air laut di atasnya terkena dampaknya.

Penelitian menunjukkan bahwa tsunami ternyata bukan terdiri dari gelombang tunggal, melainkan terdiri atas rangkaian gelombang dengan satu pusat di tengah, seperti sebuah batu yang dilemparkan ke dalam kolam renang. Jarak antara dua gelombang yang berurutan dapat mencapai 500-650 kilometer. Ini berarti tsunami dapat melintasi samudra dalam hitungan jam saja. Tsunami hanya melepaskan energinya ketika mendekati wilayah pantai. Energi yang terbagi merata pada segulungan air raksasa menjadi semakin memadat seiring dengan semakin mengerutnya gulungan air tersebut, dan meningkatnya tinggi gelombang permukaan secara cepat dapat diamati. Gelombang berketinggian kurang dari 60 cm di laut lepas kehilangan kecepatannya sat mendekati perairan dangkal, dan jarak antar gelombangnya pun berkurang. Akan tetapi, gelombang yang saling bertumpang tindih memunculkan tsunami dengan membentuk dinding air. Gelombang raksasa ini, yang biasanya mencapai ketinggian 15 meter tapi jarang melebihi 30 meter, melepaskan kekuatan dahsyat saat menerjang pantai dengan kecepatan tinggi, sehingga menyebabkan keruskan hebat dan menelan banyak korban jiwa.

Sejauh ini tindakan pencegahan yang dilakukan tidak dapat dianggap sebagai jalan keluar sempurna, Dr. Walter C. Dudley mengatakan bahwa Amerika dan Jepang telah mendirikan perangkat pemantau paling mutakhir di Samudra Pasifik, tapi seluruh perangkat ini memiliki tingkat kesalahan lima puluh persen!

Segala sesuatu di bawah kendali Allah. Orang-orang beriman yang memahami kebenaran ini dan yang memiliki keimanan yang tulus kepada Allah, berserah diri kepada Tuhan kita dengan pemahaman bahwa mereka tengah mengikuti takdir mereka. Allah telah mengatur segala sesuatu dengan sempurna, hingga rinciannya yang terkecil, sejak penciptaan bumi hingga hari kiamat. Segala sesuatu dicatat dalam kitab “Lauh Mahfuz”. Segala sesuatu telah terjadi dalam satu waktu dalam pandangan Allah, yang tidak terikat oleh ruang ataupun waktu, dan ruang serta waktu dari setiap peristiwa telah ditetapkan.


Kapal Berlayar dengan Nikmat Allah yakni dengan Bantuan Angin ( Q.S. Luqman : 31 & Q.S. Asy Syuura : 33)
tidakkah kamu memperhatikan bahwa Sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.” (Q.S. Luqman:31)
jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, Maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi Setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur,” (Q.S. Asy Syurra: 33)

Informasi tentang gerakan air laut sangat diperlukan dalam bidang pelayaran terutama kapal/perahu yang menggunakan layar. Kapal besar sekalipun pada prinsipnya dalam perjalanan pelayarannya tidak mau berbenturan dengan ombak maupun arus sehingga informasi tentang gerakan air laut sangat diperlukan. Dan gerakan air laut ini (ombak dan arus sangat erat kaitannya dengan gerakan angin)

Sirkulasi laut yang dibangkitkan oleh angin (wind driven ocean circulation) adalah sirkulasi laut di permukaan yang dibangkitkan oleh stres angin yang bekerja di permukaan laut. Air permukaan digerakkan oleh angin di lautan; pengaruh angin itu berkurang semakin dalam dari permukaan. Sirkulasi di permukaan membawa massa air laut yang hangat dari daerah tropis menuju daerah kutub. Di daerah kutub, air menjadi lebih dingin pada saat musim dingin sehingga terjadi proses sinking (turunnya massa air dengan densitas yang lebih besar kedalaman). Hal ini terjadi Samudra atlantik Utara dan sepanjang Antartika. Air laut dari kedalaman secara perlahan-lahan akan kembali ke dekat permukaan dan dibawa kembali ke daerah tropis, sehingga terbentuklah sebuah siklus pergerakan massa air yang disebut Sabuk Sirkulasi Laut Global. Semakin efisien siklus yang terjadi, maka akan semakin banyak pula energi panas yang ditransfer dan iklim di bumi akan semakin hangat. Akibat buni yang berotasi, maka aliran massa air (arus) yang terjadi akan dibelokkan ke arah kanan di belahan bumi utara dan ke kiri di belahan bumi selatan.

Ombak merupakan gelombang yang datang dari laut menuju pantai yang dapat menyebabkan perbedaan muka air di daerah pantai terhadap muka air diam. Diantara jenis gelombang menurut gaya pembangkitnya yang paling berpengaruh adalah gelombang yang dibangkitkan oleh angin dan pasang surut. Gelombang yang dibangkitkan oleh tiupan angin disebut gelombang angin.

Besarnya suatu gelombang dan kecepatannya bergantung pada:
1.                  Kecepatan angin yang menyebabkannya
2.                  Lama hembusan angin
3.                  Jarak yang ditempuh angin itu.

Dengan penjelasan di atas jelaslah sudah bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT adalah nikmat yang tiada terkira manfaatnya. Sungguh, Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Sudah seharusnya kita bersyukur dengan nikmat dan kasih sayang yang Allah berikan kepada kita.


Laut dapat Menghasilkan Perhiasan dan Mempunyai Banyak Sumber Daya Alam yang Dapat Kita Gali (Q.S. Faathir: 12)
dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu Lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.

Dalam ayat Al Qur’an  ini saya hanya akan membahas tentang perhiasan (mutiara) yang dapat kita ambil dari mengolah sumber daya biota laut (”...dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya...”) dan menggali bahan tambang di dasar laut (”...kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya...”)
Mutiara adalah perhiasan yang sangat potensial sehingga Jepang tetap menjaga rahasia ini sampai akhir tahun 80-an. Dan sebagaimana yang kita tahu, Al Qur’an telah mengungkapkan hal ini sejak 1400 tahun yang lalu.

Di alam, mutiara terbentuk akibat adanya irritant yang masuk ke dalam mantel kerang mutiara. Fenomena adanya irritant ini sering juga ditafsirkan dengan masuknya pasir atau benda padat ke dalam mantel kemudian benda ini akan terbungkus nacre (bagian permukaan yang berkilau dari mutiara atau juga dinding yang berkilau dalam kerang) sehingga jadilah mutiara.

Selain usaha pencarian mutiara dari alam, namun kebanyakan mutiara yang berada di pasaran saat ini adalah hasil rekayasa manusia. Bentuk rekayasa ini dikenal dengan istilah grafting atau seedingatau juga implatation, yaitu dengan menyisipkan inti (nukelus) bersama selembar organ mantel (irisan daging kerang mutiara lain yang dikenal dengan nama ’saibo’) ke dalam kerang mutiara. Organ mantel ini diambil oleh individu kerang mutiara yang lain yang berperan sebagai donor. Pemilihan donor yang baik akan menentukan kualitas mutiara yang dihasilkan terutama dari segi warna, bentuk dan kilau mutiara. Dan kualitas nacre yang dihasilkan menjadi penentu kualitas secara keseluruhan.

Selain mutiara yang mempunyai daya ekonomis tinggi,  perairan laut  juga memiliki sumber daya alam lain khususnya dalam usaha pertambangan. Di dasar laut tersimpan mineral tambang yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari manusia misalnya gas dan minyak bumi, batu bara, logam dasar, perak, belerang, mangan, granit, batuan crrystalline schist, nikel dan lain-lain. Tak heran bila kita melihat kapal-kapal besar berlayar di tengah lautan dan selanjutnya menambang sumber daya alam yang terdapat di dasar lautan. Dan al Qur’an telah meramalkan hal ini 1400 tahun lalu ”...kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya..” . Sungguh nyata bahwa Al Qur’an adalah kalam ilahi.





Pemanfaatan Perairan Laut dalam Kehidupan (Q.S. Al Baqarah :164)
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Pertama saya akan mengomentari sebagian dari ayat tersebut tentang ” ...bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia...”.

Sebagaimana perairan darat, perairan laut juga sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Secara umum perairan laut dapat dimanfaatkan sebagai: sarana transportasi, usaha perikanan, usaha pertambangan, sumber bahan baku obat-obatan dan kosmetika, sumber energi, rekreasi serta pendidikan dan penelitian.

  1. Sarana Transportasi
Pemanfaatan perairan laut sebagai sarana transportasi sudah dikenal sejak zaman nenek moyang dulu. Mereka memanfaatkan sarana transportasi laut untuk kepentingan pindah tempat (mencari tempat tinggal baru), ekonomi dan lain-lain.
  1. Usaha Perikanan
Laut memiliki banyak jenis ikan dalam jumlah yang banyak pula. Oleh karena itu jika potensi ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dapat meningkatkan kualitas gizi serta perbaikan ekonomi.

  1. Usaha Pertambangan
Di dasar laut tersimpan mineral tambang yang berupa gas dan minyak bumi. Oleh karena itu dapat dimanfaatkan sebagai usaha pertambangan.

  1. Sumber Bahan Baku Obat-obatan dan Kosmetika
Berbagai unsur kimia terdapat dalam tubuh biota laut seperti zooplankton, nekton, rumput laut dan lain-lain dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan obat dan kosmetika.

  1. Sumber Energi
Perbedaan suhu air laut, gelombang pasang surut dan angin di atas laut mempunyai potensi jika dimanfaatkan sebagai sumber energi.

  1. Rekreasi
Perairan laut rata-rata pemandangannya indah terutama di daerah pantai dan akan lebih menabjubkan lagi apabila menyelam di laut yang cukup dalam dengan beraneka biota laut yang terdapat di dalam laut tersebut , oleh karena itu sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi.

  1. Usaha Budi Daya Rumput Laut
Perairan laut terutama di laut dangkal merupakan tempat yang sangat bagus untuk usaha budi daya rumput laut. Selain sebagai sumber bahan makanan dan minuman, unsur kimia yang terdapat di dalam rumput laut dapat  dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kosmetika dan obat.

  1. Pendidikan dan Penelitian
Bagi para mahasiswa, ilmuwan serta peminat kelautan lainnya, laut merupakan laboratorium yang dapat dijadikan sarana untuk melakukan pendidikan dan penelitian di bidang ilmu kelautan (Oceanografi).
Sebagian ayat diatas (Al Baqarah:164)  yang akan saya komentari lagi adalah manfaat dari ”...pengisaran angin...” .
Sebagaimana telah dijelaskan dalam bahasan sebelumnya, gerakan air laut itu dipengaruhi oleh angin. Dan gerakan air laut yang dipengaruhi oleh angin antara lain dapat dimanfaatkan untuk keperluan pelayaran, perikanan, energi (pembangkit tenaga listrik), pertanian laut, dan pariwisata.

  1. Pelayaran
Informasi tentang gerakan air laut sangat diperlukan dalam bidang pelayaran terutama kapal/perahu yang menggunakan layar. Kapal besar sekalipun pada prinsipnya dalam perjalanan pelayarannya tidak mau berbenturan dengan ombak maupun arus sehingga informasi tentang gerakan air laut ini sangat diperlukan.

  1. Perikanan
Gerakan air laut berpengaruh pada gerakan gerakan plnkton (fitoplankton). Tempat-tempat yang banyak planktonnya biasanya banyak berkumpul ikan. Oleh karena itu, bagi para nelayan, informasi tentang gerakan air laut dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi tempat-tempat berkumpulnya berbagai jenis ikan.

  1. Energi (Pembangkit Tenaga Listrik)
Belanda dan Perancis merupakan contoh negara yang telah memanfaatkan gerakan air laut sebagai sumber energi (yaitu sebagai pembangkit tenaga listrik).

  1. Pertanian Laut
Informasi tentang gerakan air laut sangat diperlukan bagi para petani yang bergerak di bidang pertanian laut. Sebagai contoh para petani yang melakukan usaha di bidang pertanian laut (seperti bidi daya rumput laut, budidaya kerang, mutiara dan lain-lain), kalau tidak memperhitungkan gerakan air laut, maka hasil pertaniannya aka hanyut terbawa oleh air laut sehingga mengalami gagal panen.

  1. Pariwisata
Olahraga selancar, dayung, diving, lomba perahu layar dan lain-lain yang banyak memperhitungkan faktor gerakan air laut sangat diminati oleh para wisatawan. Olahraga selancar angin misalnya, memerlukan tempat yang gelombangnya besar.

Biota Laut Sebagai Sumber Makanan (Q.S Al Maa’idah: 96)
 Dihalalkan bagimu binatang buruan laut[442] dan makanan (yang berasal) dari  laut[443] sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

[442] Maksudnya: binatang buruan laut yang diperoleh dengan jalan usaha seperti mengail, memukat dan sebagainya. Termasuk juga dalam pengertian laut disini Ialah: sungai, danau, kolam dan sebagainya.
[443] Maksudnya: ikan atau binatang laut yang diperoleh dengan mudah, karena telah mati terapung atau terdampar dipantai dan sebagainya.

Sebagaimana perairan darat, perairan laut juga sangat bermanfaat bagi kehidupan kita perairan laut memiliki biota yang sangat kaya dan bernilai ekonomis tinggi. Dan banyak pula sumber makanan yang memiliki nilai gizi tinggi dan rasanya lezat kita dapatkan dari perairan laut. Contohnya: ikan, keong, teripang, udang, rajungan, kerang dan lain-lain.


Suatu Pemisah antara Dua Laut (Q.S. An Naml: 61)
atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut[1103]? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.

[1103] Yang dimaksud dua laut di sini ialah laut yang asin dan sungai yang besar bermuara ke laut. sungai yang tawar itu setelah sampai di muara tidak langsung menjadi asin.

Sungai yang mengalir dan sesampainya di laut tidak langsung menjadi asin. Hal ini berkaitan dengan salinitas(kadar garam) perairan itu sendiri. Suatu perairan kadar garamnya (salinitas) akan bertambah sebesar 0,01 apabila konduktivitas suatu perairan bertambah sebesar 0,01 mS/cm, naiknya temperatur sebesar 0,01 dan kedalaman mencapai 20 meter.

Akibat Buruk dari Perbuatan Manusia (Q.S. Ar Ruum: 41)
telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Mangrove
Mangrove adalah suatu tipe ekosistem hutan yang tumbuh di suatu daerah pasang surut yang tergenang pasang dan bebas pada saat air laut surutdan komunitas tumbuhnya mempunyai toleransi tinggi terhadap kadar garam (salinitas) air laut.
  1. Sumber-sumber pengerusakan hutan mangrove
a.1.      Usaha tambak udang
a.2.      Penebangan kayu dan logging
a.3.      Penambangan minyak lepas pantai
a.4.      Pencemaran bibit pantai
a.5.      Tourism
a.6.      Urbanisasi dan perluasan wilayah
a.7.      Pembangunan jalan dan infrastruktur
  1. Akibat rusaknya/hilangnya hutan mangrove
b.1.      Abrasi pantai
b.2       Dapat mengakibatkan intrusi air laut lebih jauh ke daratan
b.3.      Dapat mengakibatkan banjir
b.4.      Perikanan laut menurun
b.5.      Sumber mata pencaharian penduduk sangat berkurang

Padang Lamun
Padang lamun adalah ekosistem pesisir yang ditumbuhi oleh lamun sebagai vegetasi yang dominan. Lamun adalah kelompok tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) dan berkeping tunggal (monokotil) yang mapu hidup permanen di bawah permukaan air laut. Wilayah lamun sering menjadi tempat berkumpul berbagai flora dan fauna akuatik lain dengan berbagai tujuan dan kepentingan.
Tidak ada satu pun jenis tumbuhan dan hewan di dunia ini yang diciptakan Allah tanpa memiliki fungsi dan peran. Begitu pula padang lamun, di alam berfungsi sebagai penghasil detritus (sampah) dan zat hara yang berguna sebagai makanan bagi makhluk hidup lainnya. Detritus daun lamun yang tua diuraikan oleh sekumpulan hewan dan jasad renik yang hidup di dasar perairan, seperti teripang, kerang, kepiting, dan bakteri. Hasil penguraian ini berupa nutrienyang tercampur atatu terlarut dalam air. Nutrien ini tidak hanya bermanfaat bagi tumbuhan lamun, melainkan juga bermanfaat bagi tumbuhan lamun, melainkan juga bermanfaat untuk pertumbuhan fitoplankton, dan selanjutnya zooplankton, dan juvenil/udang.
Di sisi lain, tanaman lamun mampu mengikat sedimen dan menstabilkan substrat yang lunak. Sebagian hewan memanfaatkan lamun sebagai tempat berlindung, mencari makan, tumbuh besar, dan memijah. Juntaian dedaunan lamun juga berguna menjadi tudung pelindung dari sengatan matahari bagi penghuni ekosistem ini.
Padang lamun memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan bagi beberapa kepentingan, misalnya sebagai tempat kegiatan budidaya laut berbagai jenis ikan, kerang-kerangan dan tiram. Karena pemandangannya yang tidak kalah eksotik dibanding terumbu karang, padang lamun bisa dijadikan tempat rekreasi atau pariwisata. Ia juga bisa diolah sebagai sumber pupuk hijau.
Sayangnya, ekosistem ini amat rentan terhadap kemerosotan lingkungan yang diakibatkan kegiatan manusia. Di kawasan pantai, manusia melakukan pemgerukan dan pengurugan demi demi pembangunan pemukiman pantai, industri, saluran navigasi. Ini mengakibatkan rusak total padang lamun. Perusakan habitat di lokasi pembuangan hasil pengerukan akhirnya terjadi. Di samping itu, terdapat dampak sekunder pada perairan laut yaitu meningkatnya kekeruhan air, dan terlapisnya insang hewan air oleh lumpur dan tanah hasil pengerukan. Hewan-hewan air tersiksa dan akhirnya mati.
Ancaman juga datang dari pencemaran limbah industri, terutama logam berat dan senyawa organoklorin. Dua jenis bahan berbahaya ini mengakibatkan terjadinya akumulasi (penumpukan kandungan) logam berat padang lamun melalui proses yang disebut magnifikasi biologis. Persis seperti proses penumpukan kandungan merkuri yang menimpa kerang-kerangan di Teluk Jakarta.
Selain itu, tindakan manusia yang suka membuang sampah sembarangan ke laut mengakibatkan turunnya kandungan oksigen terlarut di kawasan padang lamun, serta dapat menimbulkan eutrofikasi (peningkatan kesuburan fitoplankton). Hal ini bisa memancing meledaknya pertumbuhan perifiton, sejenis organisme yang hidup menempel di oraganisme lain. Perifiton yang banyak menempel membuat daun lamun kesulitan menyerap sinar matahari untuk proses fotosintesisnya. Kajedian serupa terjadi jika pencemaran minyak yang melapisi pemukaan daun lamun.

Terumbu Karang
Terumbu karang merupakan ekosistem yang amat peka dan sensitis sekali. Jangankan dirusak, diambil sebuah saja, maka rusaklah keutuhannya. Ini dikarenakan kehidupan di terumbu karang didasari oleh hubungan saling tergantung antara ribuan makhluk. Rantai makanan adalah salah satu dari bentuk hubungan tersebut. Tidak Cuma itu, proses terciptanya pun tidak mudah. Terumbu karang membutuhkan waktu berjuta tahun hingga dapat tercipta secara utuh dan indah.
Ekosistem terumbu karang sangat kompleks dan produktif dan keanekaragaman biota yang amat tinggi. Variasi bentuk pertumbuhannya di Indonesia sangat kompleks dan luas sehingga bisa ditumbuhi oleh jenis biota lain.
Menurut Wilkinson, ahli terumbu karang dunia, berdasarkan metode line intercept transect, tahun 1992, menyatakan bahwa akan terjadi penurunan 40%-70% terumbu karang dunia pada 10-40 tahun kedepan akibat aktivitas manusia.
Beberapa suber pengerusakan yang dilakukan manusia adalah:
1.      penangkapan ikan dengan racun
2.      penangkapan ikan dengan bom
3.      pengambilan karang
4.      sedimen-penebangan hutan
5.      sedimen-pembangunan kota
6.      over fishing
Kerusakan dan kehancuran terumbu karang ini juga akan mengancam kehidupan manusia beberapa tahun kedepan, lantaran pemulihan kondisi terumbu karang tersebut memerlukan waktu yang sangat lama. Dengan hancurnya brikade pelindung pantai ini bukan tak mungkin kawasan pemukiman yang berada di sepanjang pantai akan ikut tenggelam.

2 komentar: